Evaluasi Awal terhadap Reuni Akbar IATT 2006

Pada tanggal 28 – 29 Oktober 2006 IATT menyelenggarakan acara Reuni Akbar IATT 2006. Alhamdulillah acara yang bertemakan “Ikat Erat Tali Persaudaraan, Bangun Titian Teras” berjalan dengan lancar. Walaupun panitia reuni saat ini masih menyusun LPJ Reuni Akbar IATT 2006 yang mampu menyediakan informasi yang lebih lengkap dan komprehensif, ada baiknya saya selaku Ketua Umum IATT Pusat memberikan evaluasi awal terhadap acara ini. Isi evaluasi sepenuhnya merupakan pendapat pribadi saya, dengan melihat, memperhatikan, serta mendengar masukan dan pendapat dari berbagai pihak. Mudah-mudahan evaluasi saya ini bisa dijadikan pelajaran dalam melaksanakan acara serupa di tahun-tahun yang akan datang.

Dari aspek persiapan tempat acara, saya cukup bangga dengan kinerja panitia reuni. Saya sendiri sebenarnya tidak menyangka bahwa SMA Titian Teras saat itu sedang mengalami renovasi gedung-gedung kampus, termasuk Gedung Auditorium yang akan digunakan untuk acara ini. Dengan kondisi saat itu yang boleh saya bilang sangat berantakan, panitia mampu mempersiapkan tempat acara dalam waktu satu hari. Secara keseluruhan persiapan tempat acara saya nilai baik sekali.

Dari aspek peserta undangan, ada beberapa hal yang perlu disoroti. Sebanyak 80% dari elemen peserta yang diundang dapat hadir pada acara ini. Dua elemen lagi yaitu Gubernur Propinsi Jambi dan Bupati Muaro Jambi berhalangan hadir. Namun demikian 80% elemen peserta ini sudah cukup mewakili seluruh aspek yang berinteraksi dengan SMA Titian Teras. Untuk elemen peserta yakni alumni, secara rata-rata saya memperkirakan hanya sekitar 25% dari masing-masing angkatan yang dapat hadir. Hal terbesar yang mempengaruhi ketidakhadiran alumni adalah tempat tinggal alumni. Selain itu karena terbentur jadwal kepulangan mereka untuk kembali ke tempat mereka kuliah atau bekerja. Saya belum mendengar keluhan alumni yang tidak dapat hadir karena tidak mengetahui acara ini. Jadi secara umum, peserta undangan sudah boleh dikatakan memenuhi harapan.

Untuk sesi diskusi, ada lima pembicara yang memberikan presentasi yang dilanjutkan dengan diskusi dengan peserta lainnya. Pembicara pertama adalah Bapak Kol.(Purn) H. Kaolan Isgiharto sebagai wakil dari orang yang mengetahui konsep dasar didirikannya SMA Titian Teras. Pembicara yang kedua adalah Bapak Drs. Edy Purwanta selaku Kepala SMA Titian Teras. Pembicara yang ketiga adalah Bapak Ahmad Yani, M.Si selaku Ketua Komite Sekolah. Pembicara yang keempat adalah Edward Syafron, ST, M.Sc sebagai Ketua Lembaga Dana Abadi Alumni Titian Teras (LDAATT). Sebagai pembicara yang terakhir adalah saya sendiri sebagai Ketua Umum IATT. Secara umum diskusi lebih dititikberatkan pada pertanyaan seputar degradasi disiplin di lingkungan SMA Titian Teras. Kemudian juga pertanyaan-pertanyaan mengenai letak, kedudukan dan wewenang LDAATT. Namun ada satu hal yang sangat ditekankan oleh peserta diskusi yakni tindak lanjut acara Reuni Akbar. Belajar dari pengalaman dari acara serupa di tahun-tahun yang lalu, tindak lanjut tidak terlihat jelas. Saya pribadi cukup menyesali hal ini dan tentu saja bertekad akan segera menindaklanjuti hasil acara paling tidak sampai kepengurusan IATT periode 2005-2008 berakhir. Untuk sesi diskusi ini, disayangkan sekali tidak terkemukakan masukan-masukan kepada alumni apa-apa saja yang dibutuhkan oleh siswa maupun pamong SMA Titian Teras dalam hal kemajuan pendidikan secara lengkap dan mendetil.

Dari segi acara, format dan slot waktu yang disediakan sudah memenuhi sasaran. Namun ada sedikit masukan dari saya terutama mengenai terlambatnya kiriman konsumsi makan siang sehingga beberapa alumni ada yang belum makan siang pada waktu yang telah ditetapkan. Mudah-mudahan untuk acara serupa selanjutnya bisa dijadikan pelajaran untuk selalu melakukan cek dan ricek bahkan untuk hal-hal yang kecil. Untuk acara pertandingan olahraga di malam hari, memang saya memaklumi bahwa tidak semua cabang olah raga yang dapat dipertandingkan, terutama untuk olah raga yang paling populer yaitu sepak bola. Terjadi sedikit clash antara panitia bidang olah raga dengan para alumni angkatan III. Walaupun tidak tahu persis mengapa, tapi saya perkirakan karena para alumni angkatan III kecewa tidak dapat bermain bola dan panitia acara bidang olah raga terlalu bertindak tegas dan tidak mengakomodasi keinginan alumni angkatan III. Sekali lagi semoga untuk acara serupa di tahun-tahun yang akan datang hal ini lebih dipikirkan dan dicari solusinya.

Sebagai penutup, saya mengucapkan terima kasih kepada Panitia Reuni Akbar IATT 2006 yang telah menyelenggarakan acara ini. Mudah-mudahan tindak lanjut dari acara ini dapat segera diimplementasikan. Semoga acara ini berguna bagi kita semua. Banyak hal yang mencerai-beraikan kita, namun ada dua kata yang mempersatukan kita para alumni: Titian Teras!

2 comments

  1. dieh, chauvinisme deh, bangga amat sama sekolah nan jauh dari peradaban itu, he-he-he piis yow!

  2. waladeo dolino · · Reply

    sblumnya mo knlan dulu saya doli angkatn XI…trima kasih ka atas sarannya tentang reuni kmrin maklumi juga kalau kmrn a bsa dtang soalnya lagi liburan…gmna visi dan misi mnjdi seorang yang sukses

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s