Raden Putro

Telah meninggal kakek saya dari pihak ayah yang bernama Raden Putro dini hari tanggal 17 November 2006 yang lalu. Kenangan yang masih teringat dari saya adalah datuk (panggilan untuk beliau) adalah orang yang tangguh, tegas, pekerja keras, dan cukup disegani di kampungnya. Walaupun hubungan saya dengan beliau tidak terlalu dekat jika dibandingkan dengan datuk dari pihak ibu, namun sifat-sifat beliaulah yang sepertinya paling terlihat dan menurun pada saya dan saudara-saudara saya, terutama ayah saya.

Datuk sebelumnya sempat dirawat di RS Raden Mattaher sekitar 1 minggu. Umurnya sudah 80 tahun lebih dan wajar saja jika beliau sudah pikun, indra pendengaran dan penglihatannya sudah memburuk. Diagnosa dokter mengatakan bahwa datuk terkena TB. Di masa mudanya Datuk memang perokok berat. Hal ini pula yang menjadikan ayah saya mengkhawatirkan kesehatan saya yang juga seorang perokok. Datuk meninggalkan istri dan seorang saudara kandungnya yang masih hidup. Datuk pun tidak sempat melihat cucu laki-lakinya yang pertama menikah, persis 2 hari setelah beliau meninggal dunia. Kakak saya R. Indra Saputra adalah satu-satunya cucu beliau yang memakai nama keluarga beliau. Begitulah, memang manusia punya rencana, namun Allah yang menentukan segalanya.

Selamat jalan datuk. Kami akan selalu mendoakanmu.

One comment

  1. see… you know what “it’s” mean? Sign, you know. God must be love you, more than you release.
    ikut belasungkawa ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s