Akhir Perjalanan Babolat AeroPro Drive Saya?

Jumat malam tanggal 15 Desember 2006 saya berlatih tenis di Senayan dengan pelatih Pak Abdullah. Sudah cukup lama juga semenjak bulan puasa tahun ini saya tidak berlatih tenis. Seperti biasa latihan dimulai dengan basic forehand stroke, spin, backhand stroke, dan volley. Dua latihan awal dilalui dengan mulus, bahkan lebih baik dari latihan biasanya karena spin yang saya hasilkan lebih stabil dan konsisten.

Musibah berawal pada pukulan keempat atau kelima backhand stroke. Dengan maksud untuk mendapatkan power yang sama dengan forehand, saya memberikan backhand dengan kekuatan penuh. Bola kembali melewati net dengan cepat, akan tetapi sesuatu terjadi dengan sendi peluru pangkal lengan kanan saya. Saya langsung menduga bahwa sendi saya bergeser (lagi), dan ternyata benar. Latihan dihentikan dan saya langsung meminta tukang urut memperbaiki sendi saya. Cukup sakit rasanya pada saat diurut, karena pangkal lengan keluar dari ‘sarang’ dan harus dikembalikan ke tempat semula. Tukang urut kemudian menekan pada daerah dekat ketiak dan terasa sakit sekali, tapi lega rasanya karena saya tahu bahwa posisi tulang telah kembali ke tempatnya semula.

Akan tetapi petaka tak berhenti sampai di situ. Setelah musibah di lapangan tenis, saya langsung pulang dan istirahat. Dengan posisi tidur yang agak riskan untuk keadaan saya saat itu -tangan kanan di bawah bantal, pada saat tubuh ingin bergerak menghadap ke kiri, saya tiba-tiba terbangun dan langsung merasakan rasa sakit yang luar biasa. Saya melihat sendiri sendi lengan kanan yang ternyata tidak hanya bergeser, kali ini sendinya benar-benar lepas! Terlihat jam 02.00 WIB, sempat bergetar tubuh karena saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan saat itu. Untunglah ada tetangga sebelah kamar yang masih bangun dan bersedia mengantar saya ke tukang urut. Posisi tangan kanan tidak bisa diturunkan layaknya posisi normal dan setiap getaran pada mobil mengakibatkan rasa sakit yang sangat pada lengan saya. Di perjalanan pun tangan kanan harus diangkat seperti sedang bertopang dagu.

Menahan rasa sakit yang luar biasa karena diurut dari jam 03.00 WIB sampai terdengar adzan Subuh adalah pengalaman yang berharga bagi saya. Tukang urutnya pun kewalahan dengan dislokasi sendi saya tersebut. Syukur lengan saya akhirnya bisa dikembalikan ke posisinya semula. Rasa sakit masih terasa, seketika itu juga saya langsung berniat untuk gantung raket. Apakah ini akhir dari perjalanan saya bersama Babolat AeroPro Drive saya?

Mendapat informasi dari teman bahwa ada sinshe di daerah Dago Bandung dan karena kebetulan akhir pekan saya selalu ke Bandung, maka di hari itu juga saya langsung pergi ke Bandung. Dari informasi sinshe tersebut, saya jadi tahu bahwa kalau sendi sudah pernah lepas, maka akan sering lepas kembali. Sendi tersebut akan kembali kuat bila tidak dipaksakan berolah raga yang keras selama kurang lebih setahun. Saya juga merasakan hal yang aneh karena sebelum diurut oleh sinshe otot lengan saya selalu kedutan. Ternyata beberapa otot pada lengan bawah dan pundak saya belum beres, belum dikembalikan ke posisi semula. Sinshe tersebut akhirnya mengembalikan otot-otot tersebut ke posisinya semula dan kedutan pada otot lengan kanan pun hilang. Saya tidak berniat untuk pergi ke dokter karena saya tahu proses sembuhnya akan lama sementara pekerjaan, rekan kerja dan tanggung jawab saya tidak bisa menunggu selama itu. Saya hanya ingin radiologi saja untuk mengetahui secara pasti apakah sendi saya sudah berada di tempat yang semestinya.

Banyak hal yang bisa saya pelajari dari musibah ini. Sewaktu engsel lengan kanan saya sering bergeser, saya sering sekali mengembalikan sendiri sendi tersebut ke posisi semula, walaupun rasa sakitnya luar biasa. Karena merasa sendi sudah kembali ke posisi semula, saya jadi percaya diri untuk kembali berolah raga. Sayangnya olah raga yang saya lakukan selalu melibatkan aktivitas tangan seperti basket, squash dan tenis. Akibatnya ketika berolah raga untuk yang kedua atau ketiga kali sendi saya pasti kembali bergeser. Ternyata dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyembuhkan penyakit seperti ini. Sepertinya saya memang harus benar-benar berfikir kembali untuk bermain tenis, squash ataupun basket.

2 comments

  1. boleh numpang tanya mas, sinshe yg di dago alamatnya mana?
    kebetulan saya mengalami hal yg sama karena badminton
    sudah berobat ke dokter dan diurut tp ga sembuh jg. pingin coba shinse siapa tahu sembuh. kebetulan saya di jakarta

    thx

    1. hmm,,,saya kurang tau pasti alamat-nya mas, yang jelas terletak di deretan depan PUSAIR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s