Right Shoulder Dislocation

X-Ray Dislokasi Bahu Kanan

Ya begitulah, sepertinya dislokasi bahu kanan saya ini telah menjadi hobi bagi saya. Walaupun saya sudah mengurangi olah raga yang berhubungan dengan tangan, tetapi ada saja olah raga yang membuat bahu kanan saya dislokasi lagi.

Main futsal di Sabuga hari Sabtu malam tanggal 24 Februari 2007. Saya menganggap olah raga futsal aman untuk tangan saya karena hanya menggunakan kaki untuk menendang. Tetapi ada peraturan tidak tertulis yang menyatakan jika seseorang mencetak gol maka orang tersebut harus menjadi kiper, seperti rotasi pemain begitulah. Karena saya mencetak gol, jadilah saya kebagian menjadi kiper bagi tim saya. Pada saat melempar bola ke striker tim saya, kembali bahu kanan saya dislokasi. Hal ini dikarenakan saya melempar bola tersebut terlalu kuat sehingga sendinya lepas lagi dari sarangnya.

Saya maupun teman-teman bingung mau dibawa ke mana saya malam-malam seperti itu. Mengingat rekan Prima pernah mengalami masalah dengan tulang dan mengatakan ada RS khusus tulang yang bagus yaitu di RS Halmahera, malam itu juga saya langsung dilarikan ke sana oleh rekan Andang Maulana Syamsuri.

Saya sangat lega sekali pada saat sampai di IRD RS Halmahera Siaga QF. Dengan sigap para perawat dan dokter langsung melakukan foto Rontgen pada bahu kanan saya. Hasilnya cukup mengerikan menurut teman saya Andang, seperti yang bisa dilihat pada bagian atas tulisan ini. Pangkal tulang lengan atas yang seharusnya berada di rumahnya yaitu sendi peluru, pada saat itu berada di daerah sekitar ketiak. Dokter yang merawat saya dr. Haidir S. SpRM mengatakan bahwa saya akan dibius hingga tertidur sehingga beliau dengan mudah dapat mengembalikan posisi bahu kanan saya. Karena jika saya masih dalam keadaan bangun, maka selain rasa sakit yang luar biasa, secara refleks tubuh saya juga akan menolak proses memasukan tulang ke sendi karena rasa sakitnya tadi. Diberikan Valium 1 amp membuat saya dalam beberapa menit langsung tertidur.

Saya tidak tahu berapa lama saya tertidur dan pada saat dibangunkan oleh perawat bahu kanan saya sudah normal kembali. Satu-satunya yang tidak normal adalah cara saya berjalan yang sempoyongan, karena masih dibawah pengaruh obat bius. Samar-samar terdengar komentator EPL yang mengatakan bahwa Liverpool FC menang 4 – 0 melawan Sheffield United. Yah, cukuplah penderitaan malam itu dengan kemenangan besar Liverpool. Terima kasih juga Allah telah menciptakan bahan dasar obat bius yang membuat penderitaan saya berkurang. Terima kasih juga buat dokter yang sedang jaga bersama perawat-perawat yang baik hati dan sempat meledek saya🙂 .

2 comments

  1. Meliana · · Reply

    Saya senang membaca tentang dr Haidir, salam untuk beliau, kebetulan sekarang saya sudah tidak ikut perkembangan rehab, karena sedang di sebrang lautan. Salam saya untuk beliau, bila jumpa.

  2. Larasati · · Reply

    Salam kenal, saya suka sekali membaca artikel tentang dislokasi sendi. Kebetulan hari ini di Radio Walagri 93.3 FM Bandung ada talkshow dgn salah 1 dokter dari RS. Halmahera tentang dislokasi sendi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s