Pindah Agama

D40

Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, saya resmi bergabung ke agama Nikon, menjadi seorang Nikonian. Kepindahan dari camera pocket prosumer ke entry-level DSLR, juga kepindahan dari Canon ke Nikon bukan karena alasan yang sederhana. Dalam jurnal kali ini saya memaparkan sedikit pengalaman dan pertimbangan pribadi mengenai perpindahan agama ini.

Canon PowerShot S3 IS

Gear saya sebelumnya adalah Canon PowerShot S3 IS. Yang paling saya sukai dari kamera tersebut adalah body yang cukup besar, bisa mengurangi hasil foto blur oleh shaky-hand saya. Body S3 IS menurut saya terbuat dari cheap quality plastic, bisa saya bayangkan keretakan yang terjadi jika terjatuh atau dengan mudahnya dapat tergores. Mode Makro menjadi favorit saya di kamera ini. Optical zoom yang mencapai 12x sangat membantu pada mode Super Makro sampai dengan 0 cm. Satu lagi kekurangannya adalah kecilnya viewfinder dan live view LCD nya, jauh kalah dari kamera pocket sekarang yang bisa mencapai 2.5″. Berdasarkan pengalaman pemakaian, S3 IS adalah kamera yang cukup mumpuni di kelasnya. Frankly, S3 IS ini belum sepenuhnya saya eksplorasi. Selain mode Makro, mode manual menjadi andalan sehari-hari dalam hal point-and-shot.

Mengapa DSLR?

Proses perpindahan ke kamera DSLR diawali dengan keinginan saya mencoba ilmu fotografi lebih lanjut. Ilmu tersebut meliputi fotografi landscape, macro, portrait, wedding, jurnalistik, fashion dan tentunya model😀. Bukan bermaksud merendahkan kemampuan kamera pocket, tapi memang begitulah adanya, dengan range ISO, shutter speed, aperture, maupun kualitas lensa yang terbatas, membuat pilihan ke DSLR semakin kuat. Ditambah lagi dengan kemampuan DSLR untuk bertukar kamera sesuai tujuan pemotretan dengan karakteristik lensa tertentu. Perlahan-lahan saya mulai mengetahui beberapa lensa dengan kemampuan khusus seperti pada Makro, zoom/tele, wide-angle, fish-eye, sampai yang dijuluki lensa sapu jagat.

Mengapa Nikon?

Hal pertama adalah lensa. Lensa Nikon berdasarkan hasil riset saya di beberapa forum dan website dalam negeri maupun luar negeri adalah yang terbaik. Jajaran lensa nya menawarkan ciri dan karakteristik yang sesuai selera saya, tajam! Dan dari sisi historis Nikon adalah perusahaan pembuat lensa dan Canon adalah perusahaan pembuat bodi kamera. Asumsi saya adalah Nikon punya pengalaman dan expertise lebih dalam hal lensa dibanding Canon. Sejujurnya saya belum melihat hasil foto dengan lensa Canon. Tapi berdasarkan pengalaman dengan S3 IS, foto yang dihasilkan pasti agak soft. Karakteristik soft pada Canon ini sendiri sebenarnya disukai juga oleh beberapa kalangan, yaitu para fans Canon, but not me.

D40

Setelah merek, saatnya memilih model Nikon yang mana yang menjadi pilihan. Hasil penjualan O2 XDA IIi dan Canon PowerShot S3 IS saya cukup untuk budget pada range Nikon model D40 dan D50. Setelah membandingkan kedua merek tersebut, dalam banyak hal justru adiknya, D40 lebih unggul. Hal ini mungkin karena release D40 yang lebih baru dan Nikon ingin menanamkan beberapa fitur D70, D80 dan D200 yang memperbaharui fitur D50. Sempat saya mencari-cari stok D50, tapi di beberapa toko sudah tidak ada. Wajar saja, IIRC, D50 release Q1 2005, sementara D40 pada Q3 2006. Di website Nikon sendiri sudah mengumumkan kehadiran D40X. Perbedaan yang mendasar adalah pada ukuran resolusi D40X yang mencapai 10M, untuk mengimbangi EOS 400D (Rebel XTi). Namun dengan pertimbangan yang kuat dari Ken Rockwell, seorang standar de facto di dunia fotografi, saya memutuskan membeli D40. D40 adalah keluaran terbaru dari Nikon, tentunya sebelum D40X, dengan teknologi-teknologi terbarunya yang ditanam pada body yang beratnya tidak sampai 500 gr. Dari sisi ukuran, D40 adalah yang paling mungil di jajaran kamera Nikon. Melihat toko fotografi online yang ada di Jakarta, harga terbaik untuk D40 ditawarkan oleh TokoCamzone. Harga yang tertera adalah harga barang sampai di tangan Anda untuk daerah coverage yang bisa dilayani.

Issues on D40

Ketakutan beberapa orang mengenai kompatibilitas Auto Focus (AF) terhada lensa-lensa tipe AF-S dan AF-I tidak terlalu berpengaruh pada saya. Kecuali jika saya punya lensa-lensa Nikon punya Ayah saya jaman dahulu kala (SLR) dulu, seharusnya isu ini bukan merupakan kerugian besar bagi saya. Focus area yang hanya tiga juga sudah cukup bagi saya yang baru pindah dari kamera prosumer yang cuma punya satu focus area. Flash built in terang, LCD besar 2.5″ dan sangat cerah dilihat baik indoor maupun outdoor. DOF preview tidak ada, but that’s OK, saya juga tidak terlalu memerlukannya karena saya masih bisa melihat dan memperbesar melalui playback mode. Kurang lebih sudah 2 minggu saya pegang D40 dengan lens kit 18-55 mm dan so far sangat memuaskan. Fitur baru Auto-Flash Off yang sering saya coba menampilkan saturasi, tone dan kecerahan yang sangat memuaskan. Pendapat dpreview yang menyarankan D40 digunakan oleh orang yang baru “naik kelas” menurut saya sangat tepat.

19 comments

  1. tukangkoding · · Reply

    congrats on your new DSLR …:)
    salam kenal

  2. lukman Anas · · Reply

    Salam kenal.. saya tertarik membaca artikel anda ini karena saya adalah pengguna S3 IS yg sangat tergoda untuk beralih ke DSLR.. entah itu nantinya Canon ato Nikon..🙂, sayangnya saya belun bisa mengeksplor S3 IS saya ini, jadi masih jauh untuk tiba2 menguasai DSLR… Saya akan sangat berbahagia apabila anda bisa menurunkan ilmu S3 IS anda kepada newbie spt saya. Untuk informasi saja, saya membeli S3 SI ini sejak February 2007, meski sudah tertarik dgn fotografi sejak lama… atensi anda akan ssangat saya hargai… salam.

  3. pak lukman, sudah saya balas via email.

  4. Pengalaman apa yang saudara rasakan ketika mengalami perubahan dari kamera poket/ prosumer ke dslr?
    banyak positifnya atau negaitfnya?

    bagaimana dengan fotografi dalam ruangan?

    terima kasih atas tulisannya. sangat membantu.

  5. pengalamannya banyak positifnya. antara lain metering kamera dslr lebih akurat, lensa lebih baik dan banyak pilihan sesuai jenis fotografi. untuk fotografi dalam ruangan juga ok kok. untuk foto produk, makanan dll. yang penting pelajari teknik fotografi dengan baik.

  6. hi Ferdy,

    salamkenal sebelumnya,
    gw juga newbies dalam dunia fotografi,
    punya hobi foto2 walau baru sekadar pemula…🙂

    dulupernah belajar sedikit ttg potret memotret,
    cuma udah lupa lagi, boleh ga turunin ilmu s3IS nya,
    karena kamera gue juga itu nih…

    thanks b4.

    ~Ivan

  7. ivan,

    selamat bergabung di dunia fotografi. hehe..sebenarnya ga ada yang perlu diturunin ilmu nya sih, sharing aja, semuanya diawali dengan coba-coba, selalu seperti itu.

    yang penting filosofinya dapet, semua adalah tentang memfoto objek, mengabadikan sesuatu yang kita anggap penting. hasil dari foto tersebut akan selalu dinilai berbeda-beda oleh orang lain. tapi fotografi dari segi teknis punya standar kualitas foto yang baik juga.

    silakan saja hubungi saya di alamat email yang sudah disediakan. salam kenal ivan.

  8. ditunggu karya fotonya ya Mas😀

  9. silahkan liat-liat foto album saya di multiply. salam kenal.

  10. Hai saya New Owner nih

    Saya baru 4 hari pake D40. upgrade dari poket Canon
    penggalaman selama 4 hari ini sih puassss banget (iya lah dibanding ama poket sih hehehe)

    btw, baca di multiplynya kok udah naik kelas D80? congratz ya🙂

    Salam kenal

  11. salam kenal. saya newbie, dan lagi belajar2 fotografi
    boleh dong tanya2 ttg lensa…
    saya juga pake kamera nikon D40 juga😀

  12. salam kenal juga. saya juga newbie. silakan kalo mo tanya2 lensa. saya pernah pake D40 juga.

  13. katanya camdig gituwan umurnya cuman sekitar 2 taunan yah?
    punya temen gw kemaren rusak, matot, padahal andalan buwat usaha setudiyo potonya, untung ada Canon Powershot cadangan, jadi bisnis masih jalan sampe sekarang. kebetulan pas baru beli Nikon dulu sempet dapet “wejangan” dari temen laen yg potographer kompas, kalo Nikonnya gak bakal berumur jauh dari 2 taun, eee..ternyata bener!

  14. @ndoloBH: yup, ada benarnya bung. tapi semua tergantung si pemilik, sangat2 tergantung dari si pemilik😉

  15. wuih…thx pencerahannya pak…sy sedang bingung mo D40 ato D40x….sepertinya akan mengikuti jejak anda deh…

  16. chocolovemic · · Reply

    gw juga baru beli D40 gara2 Ken Rockwell, walau sdh ada D60…tp buat apa buang2 uang demi D60 kl masih bisa dapati D40🙂

  17. Wah…wah! Saya dipaksa terus beli D40 komplit masih mulus cuma Rp.3.400.000.00 Pak! Tapi yang atas D40 murah juga,baru lagi. Saya ada uang tapi mau fokus beli rumah th depan. Goda banget sih ini negara Jepang, toko seken handnya banyaak D40 ditumpukin. Asal tau ya saya hobby banget jadi pemulung. Jadi harga disana masih mahal untuk saya dibanding di Indonesia.Kaya poket kamera sih udah puluhan jadi koleksi. Kasi saran, belinggak Pak D40 itu? Thanks!

  18. M.Ridho · · Reply

    Walah…
    walah pedot….

    kpan awk ngajk kmi am mas yoyo liburan…???

  19. @M.Ridho: woy gilo. aku kiro siapo kau… . bulan april ke Bali, galak dak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s