Curhat Lagi Ahh…

Kalo gue perhatiin, udah cukup lama gue ngga curhat di journal gue sendiri. Belakangan ini sengaja gue masukin hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dan hobi gue, simply because I do not want to dwell in my sadness again and again.
What? Sadness? What sadness?
Okelah, gue coba buka sedikit aja dari apa yang tampak dari ‘kulit’ gue yang ngga mulus ini. Terus terang, sadness yang gue maksudkan emang bener-bener sadness, bukan tentang bulls!t love sadness. This one is REAL! Gue, dengan segala kekurangan gue, sangat sayang ama keluarga gue, kakak-abang gue, adek-adek gue, dan terutama kepada bokap dan nyokap.
Udah berkali-kali gue katakan ke diri gue sendiri dan ke dzat Yang Maha Kuasa: “..please, jangan coba gue dengan ujian yang berhubungan dengan keluarga gue, terutama bokap nyokap. Sumpah gue ngga kuat…” Tapi apa lacur, gue dicoba lagi. Kenapa gue bilang kali ini berat? Misalnya gini, kalo udah terjadi sumpah-serapah, caci maki secara verbal maupun texted, antara gue dan saudara-saudara gue, dan udah muncul kata-kata kasar gue kepada bo-nyok dengan nada membentak, lo pada nilai sendiri lah.
Gue sadar banget banget lah, gue bukan malaikat, gue el bastardo, gue ngaku kelakuan gue kayak setan, hampir sama kayak para setan penghuni Old Trappedfart, tapi sorry, gue haramkan kalo lo nyamain gue sebenar-benarnya ama mereka. Dari kelakuan gue ini gue dihukum, sesuai Pasal 666 Ayat 999 Juncto Pasal 19 Peraturan Pemerintahan Tuhan yang Maha atas segala-galanya. Hukuman-nya simple, gue mesti melakukan dan menjalani sesuatu yang sangat gue ngga suka.
Tapi, dasar Leo mata keranjang pemburu ego nan durjana, gue tetep pada pendirian yang gue yakini benar, valid, unquestionable, untamable, but yet kosher. Sebisa mungkin gue berdiri di ruang kecil kebenaran definisi otak gue yang hanya 1% beroperasi dengan baik, sisanya left unmarked and fainted.
Oke, sampe sini dulu. Mudah-mudahan masih pada penasaran…

Almost_done

Kalo gue perhatiin, udah cukup lama gue ngga curhat di journal gue sendiri. Belakangan ini sengaja gue masukin hal-hal yang terkait dengan pekerjaan dan hobi gue, simply because I do not want to dwell in my sadness again and again.

What? Sadness? What sadness?

Okelah, gue coba buka sedikit aja dari apa yang tampak dari ‘kulit’ gue yang ngga mulus ini. Terus terang, sadness yang gue maksudkan emang bener-bener sadness, bukan tentang bulls!t love sadness. This one is REAL! Gue, dengan segala kekurangan gue, sangat sayang ama keluarga gue, kakak-abang gue, adek-adek gue, dan terutama kepada bokap dan nyokap.

Udah berkali-kali gue katakan ke diri gue sendiri dan ke dzat Yang Maha Kuasa: “..please, jangan coba gue dengan ujian yang berhubungan dengan keluarga gue, terutama bokap nyokap. Sumpah gue ngga kuat…” Tapi apa lacur, gue dicoba lagi. Kenapa gue bilang kali ini berat? Misalnya gini, kalo udah terjadi sumpah-serapah, caci maki secara verbal maupun texted, antara gue dan saudara-saudara gue, dan udah muncul kata-kata kasar gue kepada bo-nyok dengan nada membentak, lo pada nilai sendiri lah.

Gue sadar banget banget lah, gue bukan malaikat, gue el bastardo, gue ngaku kelakuan gue kayak setan, hampir sama kayak para setan penghuni Old Trappedfart, tapi sorry, gue haramkan kalo lo nyamain gue sebenar-benarnya ama mereka. Dari kelakuan gue ini gue dihukum, sesuai Pasal 666 Ayat 999 Juncto Pasal 19 Peraturan Pemerintahan Tuhan yang Maha atas segala-galanya. Hukuman-nya simple, gue mesti melakukan dan menjalani sesuatu yang sangat gue ngga suka.

Tapi, dasar Leo mata keranjang pemburu ego nan durjana, gue tetep pada pendirian yang gue yakini benar, valid, unquestionable, untamable, but yet kosher. Sebisa mungkin gue berdiri di ruang kecil kebenaran definisi otak gue yang hanya 1% beroperasi dengan baik, sisanya left unmarked and fainted.

Oke, sampe sini dulu. Mudah-mudahan masih pada penasaran…

5 comments

  1. penulisweb · · Reply

    pembelajaran buat sabar fer,
    moga ada hikmahnya

  2. masih penasaran gan

  3. @zidni: bener banget zid.
    @minaldi: penasaran apanya dulu nih nal, penasaran nomer cantik?

  4. m.ridho · · Reply

    tu kak
    dah la jangan di pikiri lg………
    ok bos…………

  5. […] out of my league. I pray for what I can, for when I can, truly seek for solution for my personal problem, additionally with my family. This couldn’t be true. Those rich and un-prayed people were fine […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s